Sunday, April 10, 2016

CERITAKANLAH PERBUATAN ALLAH ATASMU



Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa yang memberontak,
Yang menempah jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangannya sendiri.
Yesaya 65 : 2

Setiap saat kita akan berhadapan dengan kejadian yang baik dan buruk. Setiap saat kita akan berhadapan dengan orang yang baik dan jahat. Bahkan, setiap setiap saat kita pun akan diperhadapkan dengan pilihan sikap hidup, berbuat baik atau berbuat jahat. Tentulah bagi banyak orang, menentukan pilihan hidup berbuat yang baik itu sangat sulit, sebab kebaikan tidak mendapat tempat yang aman dalam dunia yang di dalamnya bersarang kejahatan dan pemberontakan dari orang-orang berdosa.     

Namun, firman Tuhan dalam nas ini menunjukkan bawa kebaikan akan tetap ada bagi orang yang percaya kepada Allah. Kebaikan akan tetap berbuah di dalam pengharapan kepada Allah (ay. 8) sekalipun kejahatan disekitar kita begitu kuat menekan. Bahkan, setiap orang berdosa sekalipun mendapatkan kebaikan dari Allah. Hal ini sudah dinyatakan Allah kepada umat-Nya, suku bangsa yang memberontak (Yes. 65:2) melalui nabi Yesaya, bahwa Allah menanggapi doa Yesaya dengan menerangkan imbauan-Nya yang terus-menerus kepada suku bangsa pemberontak untuk kembali kepada-Nya (bnd. Roma 10:20-21).

Pernahkah kita menyadari bahwa kita juga adalah bangsa yang memberontak kepada Tuhan? Setiap saat kita cenderung mengikuti rancangan kita sendiri yang harus terjadi. Bahkan ketika apa yang hendak kita dapatkan tidak sesuai, kita malah mempersalahkan Tuhan yang kita anggap tidak berpihak pada kita. Misalnya, kita sering mengandalkan kekuatan dan apa yang ada pada kita dalam menjalani dan menyelesaikan persoalan hidup ini, sehingga kita sering lupa bahwa sesungguhnya kita tidak berdaya menghadapi kuasa dunia ini tanpa pertolongan dan kuasa-Nya. Karena itu, kita harus ingat dan percaya bahwa firman-Nya tetap setia menyapa kita; Ia tetap mengulurkan tangan-Nya sepanjang hari kepada setiap orang yang datang dan berseru kepada-Nya. Coba ingat hal baik apa yang Tuhan sudah lakukan dalam hidup kita hingga saat ini? Semua pemberontakan dan dosa kita tidak diperhitungkannya supaya kita beroleh keselamatan. Karena itu, masih adakah alasan bagi kita untuk terus memberontak kepada-Nya? Tuhan Yesus sudah menunjukkan tangan-Nya yang berlubang paku sebagai tanda bahwa Ia tetap senantiasa mengasihi kita bahkan semua orang-orang yang berdosa untuk berbalik kepada-Nya mendapatkan berkat dan dibangkitkan kembali sebagai umat kepunyaan-Nya yang kudus. Amin [Dee]

Doa: Ya Tuhan Yesus, pegang tanganku setiap saat, supaya aku dapat berjalan dan melihat jalan-Mu memasuki rancangan hidupku yang berkenan kepada-Mu. Amin

Kata-kata Bijak:
“Tanpa Tuhan hidup yang kita jalani terasa berat,
Bersama Tuhan, hidup yang terasa berat menjadi nikmat.”

Friday, April 1, 2016

Kunjungan Anak Bangsa




PA Mamre dikejutkan dengan kedatangan rombongan mobil dan sepeda motor (red.kereta) yang parkir di halaman pada hari Jumat, 1 April 2016. Anak remaja dengan latar belakang suku dan agama yang berbeda segera menuju kantor dan menyampaikan tujuan kegiatannya. Mereka adalah siswa Bimbingan Belajar dari Ganesha Operation (GO) jalan Perdagangan yang ingin berbagi kasih kepada anak-anak PA Mamre dan sekaligus meminta dukungan doa dalam menghadapi UN pada tanggal 4 April 2016.

Siswa Bimbel ini menyadari bahwa perlu usaha yang ekstra untuk berjuang masuk PTN yang diharapkan, akan tetapi doa juga sangat dibutuhkan untuk meneguhkan pengharapan mereka. Dalam rangka itu, siswa Bimbel GO datang bersama tentor membawa “persembahan” kasih mereka kepada PA Mamre sekaligus memohon doa dalam mengahadapi UN 2016. 

Direktur PA Mamre menyambut penuh syukur segala harapan siswa tersebut dan mendoakan mereka agar hikmat Tuhan dan kerajinan yang sungguh senantiasa memampukan mereka mengahadapi UN. Semoga berhasil ya nak! 




Sunday, March 27, 2016

THT (TUHAN, HARAPAN dalam TANTANGAN)



Tuhan itu tinggi, namun ia melihat orang yang hina, dan
Mengenal orang yang sombong dari jauh.
Mazmur 138:6

Ketika kita sering membiarkan telinga kita mendengarkan berita kekacauan (gosip, isu tak sedap, tuduhan, caci makian) maka hati kitapun akan kacau dan gelisah. Jika hati kita kacau maka tekanan darah pun kacau (istilahnya: tensi kita naik). Inilah yang disebut dengan penyakit lain dari THT (telinga, hati dan tensi), berbeda dari telinga, hidung dan tenggorok. Karena semua yang terjadi di dalam diri kita berawal dari pendengaran, diolah di dalam hati dan bereaksi pada tekanan darah. Jika yang kita dengar adalah hal yang baik, semua yang positif dan mendatangkan sukacita, maka hati kita pun akan damai sejahtera dan tekanan darah akan normal.   

Demikian halnya dengan kesaksian pemazmur dalam nas ini. Kendatipun berada dalam kesulitan, dia tidak membiarkan hati dan jiwanya kacau, melainkan dengan penuh syukur ia tetap mengakui dan berharap kepada Tuhan. Pemazmur dengan yakin datang kepada-Nya dengan nyanyian syukur, dan kemudian menjadikannya sebagai nyanyian kepercayaan. Sebab pemazmur sudah merasakan kebaikan-Nya terhadap umat-Nya yang rendah hati (ay. 6): TUHAN itu Maha Tinggi, sehingga tidak membutuhkan makhluk ciptaan-Nya dan juga tidak dapat mengambil keuntungan dari mereka, namun Ia melihat orang yang hina, tersenyum kepada mereka dan disenangkan oleh mereka, rela mengabaikan sorga dan bumi untuk memandang mereka dengan penuh anugerah (bnd. Yes. 57:15; 66:1). Namun, Allah juga mengenal orang yang sombong dari jauh, mengetahui siapa mereka, tetapi menolak dan tidak mengakui mereka, betapa pun mereka dengan angkuhnya berpura-pura menginginkan kebaikan-Nya.

Pengalaman pemazmur ini menjadi kesaksian iman bahwa ketika dalam menghadapi kesesakan dan tantangan, ia  tetap menjadikan Tuhan sebagai Harapannya. Hatinya tetap tertuju kepada Tuhan dan menaikkan doanya kepada Tuhan, sehingga ia beroleh daya juang baru dan kekuatan baru dalam jiwanya (ay. 3). Demikian juga kita sebagai orang yang percaya, marilah mengarahkan hati kita kepada Tuhan, disaat kesesakan menghimpit kita dan sekalipun tantangan senantiasa menghadang. Mari menjadikan rasa sakit dalam berbagai rupa tekanan menjadi permohonan dan doa pengharapan kita. Sebab, Tuhanlah satu-satunya Harapan dalam menghadapi setiap tantangan (THT). Pengharapan yang kita nanti-nantikan bersama-Nya haruslah menjadi dasar yang kuat, sebab pada saat kita berseru kepada-Nya, maka segera Ia-pun menjawab kita. Itulah kasih-Nya dan setia-Nya (ay. 2) yang diberikan kepada setiap orang yang merasa hina dihadapan-Nya. Amin [Dee]   

Doa: Ya Tuhan Yesus, aku memohon belas kasih-Mu. Hibur dan kuatkanlah hatiku. Supaya aku dapat senantiasa memuji dan menyembah-Mu. Amin

Kata-kata Bijak:
“Di dalam doa ada kekuatan baru; di dalam pengharapan ada keselamatan”

Sunday, March 20, 2016

Hanya DIA


Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu 
dan dengan segenap jiwamu
Ulangan 10:12

Kehidupan anak di panti asuhan adalah kehidupan yang penuh dengan banyak kejutan, sebab panti adalah gambaran dari kehidupan manusia yang penuh dengan berkat dan keajaiban Tuhan. Pengalaman penulis tinggal di panti memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana berkat Tuhan tidak pernah berhenti mengalir kepada semua anak-anak yang dipelihara-Nya. Namun, dibalik itu ada juga kejadian yang seharusnya tidak terjadi, misalnya ada anak putus sekolah karena harus meninggalkan panti, akibat dari konsekuensi perbuatan anak sendiri yang tidak mau mematuhi peratura dan perjanjian yang sudah disepakati. Ada saja anak yang ternyata masih menyia-nyiakan hidup yang penuh berkat dan kesempatan bersekolah, dibandingkan dengan anak-anak lain yang tidak bisa sekolah.

Gambaran kehidupan panti adalah gambaran hidup yang sudah dirancang Tuhan bagi umat-Nya. Allah tidak ingin umat-Nya menderita, tertindas dan sengsara. Allah mau hidup umat-Nya berlimpah berkat dan kuat menghadapi berbagai keadaan. Namun, manusia terkadang lupa dengan apa yang sudah didapatkan dalam hidupnya. Manusia sering lupa seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel. Mereka menggantikan kasih mereka kepada kuasa allah dan dunia ini. Mereka lupa akan perjanjian yang sudah diikat oleh Allah kepada nenek moyang mereka. Akhirnya mereka tidak lagi memaknai kasih yang seharusnya mereka persembahkan kepada Allah dengan segenap hati dan jiwa. Dalam hal inilah Musa kembali mengingatkan umat Tuhan akan perjanjian yang sudah dibangun, bahwa mengasihi Allah adalah suatu perintah. Perintah merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan, jika tidak maka umat akan mendapat konsekuensi dari apa yang dipilihnya.

Firman Tuhan mengingatkan kita akan pentingnya untuk senantiasa menaati dan mengasihi-Nya. Akan tetapi ketaatan yang kita lakukan menjadi tepat dan memiliki makna hanya jika dilandaskan pada pengenalan akan Yesus Kristus melalui iman dan kasih yang sungguh-sungguh kepada-Nya karena apa yang telah dilakukan-Nya demi kita. Ya hanya Dia-lah Allah sumber hidup kita. Tidak ada yang diminta Tuhan kepada umat-Nya sebagai ganti dari semua yang telah diberikan-Nya; hanya dengan segenap hati dan jiwa. Karena itu, jangan lupakan perjanjian iman yang sudah kita terima di dalam Dia. kita pun harus tetap mengingat kasih kita kepada-Nya, supaya kita tidak lupa siapa yang menjamin hidup kita di dunia ini, dan setelah kita meninggalkan dunia ini. Amin [Dee]

Doa: Ya Tuhan Yesus, mampukan aku dengan kuasa Roh-Mu, semakin sungguh-sungguh mengasihi-Mu dengan segenap hati dan jiwaku. Amin

Kata-kata Bijak:
“Aku mengingat Tuhan maka aku ada. Aku mengasihi-Nya karena aku milik-Nya”

Sunday, February 14, 2016

GENGGAM DAN RASAKAN KUASANYA



Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa
1 Korintus 4:20

Kisah kelarga Angus Buchan dalam film “Faith Like Potatoes” memberikan bukti sekaligus kesaksian akan kuasa Tuhan dalam hidup Buchan, bahwa hidupnya menjadi berkat bagi orang di Afrika. Suatu ketika Angus memutuskan untuk menanam kentang, tetapi Angus ditertawai dan dianggap gila karena belum memiliki pengalaman menanam kentang. Bahkan ia tidak memiliki irigasi karena musim kering terbesar terjadi di sepanjang sejarah di Afrika. Semakin besar tantangan yang dihadapinya, semakin besar mujizat yang terjadi dan yang ditunjukkan pada banyak orang. Kepercayaannya kepada Tuhan menjadi modal utama saat ia memutuskan untuk menanam kentang di suatu musim tanam yang sebenarnya dilanda kekeringan panjang. Tak satu tetes airpun mengalir di ladangnya, tetapi mujizat tetap terjadi karena iman percayanya telah menjadi air dan pupuk yang subur di ladangnya. Hingga akhirnya ia dapat menggenggam kentang yang ditanamnya, sebagai bukti dari kuasa Tuhan yang diimaninya. 

Hal inilah yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Korintus agar jemaat hidup dalam pengajaran dan teladannya tentang kuasa Tuhan Yesus Kristus. Bahwa Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. Kerajaan Allah sudah dinyatakan dalam kuasa Roh Kudus yang sudah diberikan Tuhan Yesus Kristus. sehingga, sebagai orang percaya sekaligus sebagai warga kerajaan, hidup kita haruslah lebih dari sekadar pembicaraan ataupun berita; hidup kita harus juga menyatakan kuasa-Nya, yang sudah diberikan dalam Roh Kudus (1Kor. 2:4; Kis. 1:8). Kuasa inilah yang dipakai oleh para Rasul-Nya untuk menginsafkan orang akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Yoh. 16:8), untuk membawa banyak orang kepada keselamatan (ayat 1Kor. 4:15), untuk mengadakan mukjizat dan kuasa untuk menjalankan kehidupan yang benar (Rom. 14:17).

Bagaimana kuasa-Nya dapat dimiliki dan dipakai oleh orang percaya saat ini? Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa setiap orang percaya haruslah dapat memperlihatkan kehidupannya didalam ketaatan seperti teladan yang diajarkan Paulus kepada jemaat Korintus. Dalam kerendahan hati, bukan dalam kesombongan. Dalam perbuatan kasih, bukan dalam perkataan kosong. Sebab, apa yang kita terima berasal dari Allah. Bahkan apa yang belum atau tidak kita punya pun akan diberikan oleh Allah. Karena itu, Kerajaan Allah bukanlah sekedar perkataan yang kosong dan tiada makna, tetapi penuh kuasa dan dapat digenggam dengan nyata. Seperti yang dialami oleh keluarga Buchan, bahwa kuasa Tuhan akan nyata bagi orang yang percaya dan hidup dalam teladan-Nya. Amin [Dee]

Doa: Ya Tuhan Yesus,ajar aku mengerti melihat kuasa-Mu. Supaya kesaksianku semakin nyata dalam kuasa-Mu. Amin

Kata-kata Bijak:
 “Dunia melihat apa yang tampak. Orang percaya meliihat apa yang diharapkan”

TUHAN MENDENGARKAN SERUAN ORANG PERCAYA

PENDAHULUAN Saudara/i yang terkasih, kita bersyukur atas kasih dan penyertaan Tuhan karena kita masih bisa beribadah bersama pada ming...